Feeds:
Posts
Comments

Berliku! Ya, Berliku!

Tidak seperti hari – hari serupa sebelumnya, aku begitu dalam merenungi dan memaknai beberapa hari belakangan ini, terutama hari ini. Entah memang kebetulan atau rutinitas yang "dipaksakan" untuk merenungi sejenak langkah demi langkah, tapak demi tapak perjalanan hidupku selama ini.

Aku kembali melihat jejak – jejak langkah yang pernah aku tapaki.

Berliku! Ya, Sangat Berliku!.

Panjang kulihat, arahnya umumnya kedepan, tapi kadang bergeser ke kiri, kemudian ke kiri lagi, ke kanan, ke kanan lagi dan lurus lagi ke depan.
Kadang berhaluan ke kanan, berputar arah jauuuhhh ke belakang, kemudian berliku – liku tapi tetap ke belakang, kemudian berputar arah lagi maju ke depan.
Tak benar – benar jelas mau apa arah tapak kaki tersebut.

Aku juga melihat tapak kaki yang dalam, cukup dalam untuk ukuran tapak kaki.
Kuingat – ingat kembali, saat itu aku cukup lama terdiam sampai tanah tempat aku berpijak tak kuasa menahan berat badanku.
Mataku terus mengikuti jejak itu sampai di tempat aku berdiri sekarang.

Berliku! Ya, Memang Berliku!

Dua puluh lima tahun sudah aku jauh melangkah. Bukan waktu yang singkat memang, tapi terasa sangat cepat berlalu. Terlalu banyak langkah kuhabiskan untuk berjalan tanpa tujuan yang jelas, untuk sesuatu yang tidak terlalu berarti.

Sekarang, aku mulai melihat ke depan kembali. Menatap seperti apa jalannya dan ke arah mana aku akan berjalan. Sekilas penglihatanku, jalan didepan sangat berliku. Masih samar-samar memang penglihatanku.

Aku sedang membenahi diriku untuk kembali mengayunkan langkah hidupku.

Merencanakan kembali perjalananku, menyiapkan makanan untuk kegundahan hatiku, menyiapkan minuman untuk keresahan jiwaku, menyiapkan peta dan kompas untuk arah hidupku. Menyiapkan segala sesuatu untuk dapat bertahan ditengah terjal dan berlikunya perjalanan hidup nantinya.

Semoga langkah – langkahku nanti akan menjadi langkah terbaik dari langkah – langkahku yang lalu. Amin.

Sent from email post, powered by WordPress

Baru saja saya pulang dari liburan ala backpacker bersama teman – teman saya. Walaupun lokasi yang dijelajah baru sebatas Pantai Anyer, tapi bagi kami, cukup untuk melampiaskan hasrat berlibur bersama yang sering deadlock.

Ya! Rencana awal kami adalah berwisata ke Bali atau Lombok, tapi berubah haluan ke Bromo. Berhubung lokasi terlalu jauh dan waktu persiapan terlalu sempit, :D , kami memutuskan untuk mencicipi bersama Pantai Anyer. Oalaaahhhh… Niat ke Bali malah jadinya ke Anyer… kikikiki… Sebenarnya sih kendala utamanya ga lain ga bukan adalah doku! Kalau teman perjalanan saya benar-baner ingin berpetualang ala backpacker ke Bromo bahkan Bali atau Lombok, saya masih bisa menyanggupi. Tapi jika ke sana berwisata "Koper" dengan jasa Travel Agent? saya give up dah! ga kuat modalnya! :D

Continue Reading »

Tokek…oh…Tokek…

Beberapa minggu lalu saya kedatangan kerabat dari ujung barat Indonesia… Seperti biasa obrolan demi obrolan pun kami obrolkan sehingga sampai pada topik Tokek. Tokek yang dimaksud di sini adalah binatang tokek bukan yang lain yah (maksudnya???).

Beliau bercerita bahwa di daerahnya ada seorang warga yang tokek periharaannya, berat kurang lebih 3 ons, dihargai satu buah mobil Suzuki APV baru. Wow! tokek yang punya penampilan mirip monster itu sampai dihargai seperti itu? usut punya usut ternyata air liur tokek itu akan dijadikan obat (kalo ga salah obat AIDS).

Kita yang mendengarkan cerita beliau kaget, dan pikiran langsung tertuju pada beberapa ekor tokek yang biasa "konser" di halaman rumah. Yah. fyi, tempat tinggal saya masih tergolong "asri", sehingga tidak akan susah mendengar suara-suara binatang seperti tokek, kodok, jangkrik, dll. Lalu kami bercerita bahwa hampir setiap malam mendengar beberapa ekor tokek sedang "berpaduan suara".

Kerabat saya tersebut tertarik untuk menindaklanjuti para tokek tersebut, sampai – sampai rela bergadang untuk mendengar suara tokek. Tapi ternyata, tidak ada seekor tokekpun yang bersuara, seolah – olah mereka tau sedang ada yang memburu. Sampai kerabat saya itu kembali ke Aceh, para tokek seakan masih terus bersembunyi… Bwakakakakaka..

Cerita tentang bernilainya tokek ini saya sampaikan juga ke saudara saya di Nusa Tenggara… Dan saya dapat sms dari mereka seperti ini:

Bang, msh ad g org cri tokek yg dhrgain APV tuh? ad 3 ne, klo mw org suruh dtg ambl az dsn, biar dtkr 1 APV buat 3 toke

Hahaha… saya tertawa terbahak-bahak mendengar sms ini….
tokek oh tokek… tokek kalau dah nempel, susah di copot!

« Newer Posts - Older Posts »